RANGKUMAN MATERI
UJIAN SEKOLAH Dan UJIAN NASIONAL PAI SD
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Surat Al-Fātiĥah (Pembuka) -
Surat Al-'Ikhlāş (The Sincerity) -
3. Surat Al Lahab/ Surat Al-Masad (Gejolak Api) - سورة
المسد
1) Binasalah kedua
tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.
2) Tidaklah
berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
3) Kelak Dia akan
masuk ke dalam api yang bergejolak.
4) Dan (begitu pula)
istrinya, pembawa kayu bakar. (pembawa kayu bakar adalah kiasan bagi
penyebar fitnah)
5) Yang di lehernya
ada tali dari sabut.
Surat Al-Kāfirūn (Orang-orang Kafir) -
1)
Katakanlah:
"Hai orang-orang kafir,
2)
Aku tidak akan
menyembah apa yang kamu sembah.
3)
Dan kamu bukan
penyembah Tuhan yang aku sembah.
4)
Dan aku tidak
pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5)
Dan kamu tidak
pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
6)
Untukmu agamamu,
dan untukkulah, agamaku."
Isi
kandungan surat Al Kafirun
|
1) Surat Al kafirun disebut sebagai Al
Muqasyqisyah atau penyembuh karena kandungannya menyembuhkan dan
menghilang kemusrikan
2) Mengajak masing-masing untuk
melaksanakan ajaran agama dan kepercayaan tanpa bersikap saling mengganggu
3) Rasulullah saw. beserta pengikutnya
tidak akan menyembah Tuhan orang-orang kafir karena agama mereka bersifat
menolak, ingkat, tidak dipercaya, dan mendustakan ayat-ayat dan syariat Allah
swt.
4) Orang yang menyembah selain Allah berarti syirik, orang yang berbat
syirik berarti telah menyekutukan Allah swt. Orang yang berbuat syirik
disebut juga musyrik. Dosa orang musyrik tidak akan diampuni oleh Allah swt,
dia akan masuk neraka selama-lamanya.
5) Agama dan Tuhan umat Islam berbeda dengan agama dan Tuhan
orang-orang kafir.
Surat An-Naşr (Pertolongan) -
Surat Al-Qadr (Kemuliaan) -
Surat Al-`Alaq (Segumpal Darah) -
1)
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan
2)
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah
3)
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha
Pemurah
4)
Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam (maksudnya: Allah mengajar
manusia dengan perantaraan tulis baca)
5)
Dia mengajar kepada manusia apa yang
tidak diketahuinya
Surat Al-Fīl (Gajah) -
9.
Surat Al-Mā'idah (Hidangan) ayat 3 -
Diharamkan bagimu
(memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama
selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan
diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan
(diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga)
mengundi nasib dengan azlaam/ anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah
itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk
(mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan
takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah
Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan
telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena
kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyayang.
10.
Surat Al-Ĥujurāt (Beberapa Kamar) ayat 13 -
11.
Allah SWT selain
memiliki sifat wajib dan mustahil juga memiliki sifat jaiz. Jaiz secara bahasa artinya
boleh. Sifat jaiz bagi Allah swt. yaitu sifat yang boleh ada dan
boleh tidak ada pada Allah. Sifat Jaiz Allah hanya ada satu yaitu Fi’lu
kulli mumkinin au tarkuhu, artinya memperbuat sesuatu yang mungkin terjadi atau
tidak memperbuatnya. Maksudnya Allah itu berwenang untuk menciptakan dan
berbuat sesuatu atau tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Jaiz pada
sifat Allah SWT berarti “mungkin” ada yaitu sesuai sifat Allah SWT Iradat yang
berarti berkehendak dengan sifat Iradah-Nya sehingga segala sesuatu bersifat
mungkin dan tidak mustahil bagi-Nya. Manusia punya kehendak, tapi kehendak
Allah-lah yang akan berlaku. Contoh: seekor ayam jantan bertelur padahal yang biasa
bertelur adalah ayam betina.
Menyebarkan rezeki dan
menurunkan hujan
|
||
Meniupkan sangkakala
|
||
Mencabut nyawa makhluk
hidup
|
||
Mencatat amal kebaikan manusia
|
||
Mencatat amal keburukan
manusia
|
||
Menanyakan mayit di alam
kubur (barzah)
|
||
Menanyakan mayit di alam
kubur (barzah)
|
||
Menjaga pintu neraka dan
menyambut ahli neraka
|
||
Menjaga pintu surga dan
menyambut ahli surga
|
14. Al-Quran sebagai kitab
suci yang terakhir dan terjamin keasliannya oleh Allah swt. sampai akhir zaman.
Firman Allah swt.: Artinya: “Sesungguhnya
kamilah yang menurunkan al-Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar
memeliharanya.”(Al-Hijr: 9)
Al-Quran menyempurnakan segala
kitab-kitab yang terdahulu. Al-Quran merupakan kitab suci terlengkap dan abadi sepanjang
masa , berlaku bagi semua umat manusia sampai akhir zaman, serta pedoman dan
petunjuk bagi manusia dalam menjalankan kehidupan di dunia agar tercapai
kebahagiaan di akhirat. Oleh karena itu,sebagai muslim kita tidak perlu
meragukannya sama sekali. Firman Allah:
(وَاَنْزَلْنَا اِلَيْكَ
اْلكِتَبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقَا لِّمَابَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَبِ
وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ…(المائدة :48
Artinya: “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu…(al-Maidah : 48)
Artinya: “Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu…(al-Maidah : 48)
1) Adam as
|
6) Ibrahim as
|
11) Yusuf as
|
16) Harun as
|
21) Yunus as
|
2) Idris as
|
7) Luth as
|
12) Ayub as
|
17) Daud as
|
22) Zakaria as
|
3) Nuh as
|
8) Ismail as
|
13) Dzulkifli
as
|
18) Sulaiman as
|
23) Yahya as
|
4) Hud as
|
9) Ishaq as
|
14) Syuaib as
|
19) Ilyas as
|
24) Isa as
|
5) Shalih as
|
10) Ya’kub as
|
15) Musa as
|
20) Ilyasa as
|
25) Muhammad
saw
|
16.
Rasul ulul
‘azmi
Uli/ulu: mempunyai atau memiliki
Al-‘Azmi: keteguhan/tekad yang kuat
Rasul Ulul ‘Azmi: rasul yang
memiliki keteguhan, ketabahan, dan kesabaran yang sangat kuat dalam menghadapi
berbagai rintangan ketika melaksanakan tugasnya menyampaikan ajaran Allah SWT.
Rasul Ulul ‘Azmi:
1)
Nabi Nuh AS
2)
Nabi Ibrahim AS
3)
Nabi Musa AS
4)
Nabi Isa AS
5)
Nabi Muhammmad
SAW
hari keputusan untuk memberi
balasan yang setimpal
8) Yaum Az Zalzalah: hari ketika
terjadi guncangan yang mahadahsyat pada bumi
Hari akhir (hari
kiamat) di bagi dua macam:
1)
Kiamat
sugra/kecil adalah berakhirnya kehidupan setiap makhluk yang bernyawa atau
biasa disebut meninggal dunia. Contoh: tsunami, gempa bumi, longsor,
banjir,kebakaran.
Kiamat
kubra/besar adalah peristiwa hancurnya alam semesta beserta isinya
(makhluq), sebagai awal kehidupan akhirat.
a.
Penaklukan
Baitulmuqaddis
b.
Zina
dan minuman keras bermaharajalela
c.
Bermaharajalela
alat muzik dan penyanyi-penyanyi wanita
d.
Ilmu
agama sudah tidak dianggap penting
e.
Manusia
bermegah-megahan dalam mendirikan masjid
f.
Munculnya
kekejian, memutuskan hubungan silaturahim dan sikap yang buruk dalam tetangga
g.
Ramai
orang soleh meninggal dunia, kecuali orang-orang yang hina dan buruk yang tidak
mengetahui yang makruf dan tidak mengingkari kemungkaran
h.
Pembunuhan
merajalela
i.
Banyak
manusia menginginkan dirinya mati
j.
Dunia
akan dikuasai oleh Luka’ bin Luka’(orang yang bodoh dan hina) mendapat
kedudukan terhormat
k.
Tidak
mau mengucapkan salam kepada orang lain kecuali yang dikenalnya saja
l.
Banyak
wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya telanjang
m.
Jumlah
wanita lebih banyak dari laki-laki dengan perbandingan 50:1
n.
Banyak
terjadi gempa bumi
o.
Bulan
sabit kelihatan besar
p.
Banyak
dusta dan tidak tepat dalam menyampaikan berita
q.
Banyak
saksi palsu dan menyimpan kesaksian yang benar
r.
Negara
Arab menjadi padang rumput dan sungai.
b.
Lahirnya ramai anak-anak hasil
perbuatan zina yakni dari perkahwinan
tidak sah atau perceraian yang tidak diluluskan oleh mahkamah.
d.
e.
Keluar sejenis binatang dari
perut bumi yang digelar Dabbatul Ardhi.
g.
Munculnya nabi-nabi palsu yang ke
40.
j.
Tiga kali gempa bumi.
p.
Matahari terbit dari ufuk barat.
19.
Qada dan Qadar
Perbedaan
|
Qada
|
Qadar
|
Sec.Bahasa
|
Ketentuan
atau ketetapan
|
Memberi
kadar, aturan/ketentuan
|
Sec.Istilah
|
Ketentuan/ketetapan
Allah terhadap makhluk-Nya sejak zaman azali
|
Ketetapan
Allah yang telah terjadi terhadap makhluk-Nya
|
Sifat
|
Tidak dapat
diubah
|
Ada yang bisa
diubah dan tidak bisa
|
Hakikat
|
Ketentuan
Allah
|
Pelaksanaan
dari ketentuan Allah
|
Contoh
|
·Allah SWT menetapkan
matahari terbit pada siang hari
·Allah SWT menetapkan kapan laut harus pasang dan surut
·Allah SWT menetapkan seseorang lahir
·Allah swt menetapkan makhluknya berjenis kelamin laki-laki dan
perempuan
·manusia tidak bisa menetukan umurnya sendiri
·Allah swt menetapkan setiap makhluk hidup pasti akan mati
|
Takdir mubram:
· kenyataan bahwa matahari hanya ada pada siang hari
· kejadian laut pasang dan surut
· kejadian seseorang terlahir di dunia ini atau seseorang meninggal
dunia
Takdir mualak:
· orang miskin bisa menjadi kaya
· orang yang bodoh dapat pandai jika giat belajar dan
bersunguh-sungguh dan berdoa kepada Allah SWT
· orang sakit dapat sembuh dengan berusaha berobat dan berdoa
|
1)
Ikhtiar artinya melakukan perbuatan yang baik dengan
penuh kesungguhan dan keyakinan akan hasil yang baik bagi dirinya dengan
bekerja keras/giat berusaha.
Optimis dan bersungguh-sungguh dalam berbagai hal
Jika beruntung atau berhasil, ia bersyukur.
Jika terkena musibah atau gagal, ia bersabar dan berusaha lagi
7)
21.
Meneladani
Perilaku Masa Kanak-kanak Nabi Muhammad SAW
1) Nabi Muhammad seorang yatim piatu
yang sabar dari setiap ujian dan cobaan yang menimpa dan jujur dalam setiap
perkataan dan perbuatannya.
2) Nabi Muhammad ketika masih
kanak-kanak selalu membantu orang lain tanpa meminta imbalan dan pujian, selalu
bermanfaat bagi orang lain. contoh: Nabi menggembala kambing untuk membantu
pamannya.
3) Sejak kecil beliau selalu giat
bekerja, sabar dalam menghadapi cobaan, jujur dalam perbuatan, sopan santun dan
lemah lembut dalam perkataan.
4) Nabi Muhammad pemberani dalam
kebenaran, contoh: usia 12 tahun berani membantu dalam peperangan
5) Kehidupan Nabi Muhammad penuh
dengan kesederhanaan, suka memaafkan kesalahan orang, murah hati terhadap
sesama kawan, tidak sombong dan tidak gila hormat.
6) Dalam pergaulan, Nabi Muhammad
tidak pernah menyakiti orang lain, segala perbuatannya selalu terpuji tidak
pernah berbuat maksiat, apalagi menyembah berhala.
Muhammad
dipanggil dengan nama "Ahmad" (أحمد),
yang dalam bahasa Arab juga berarti "terpuji".Muhammad mendapatkan dua julukan dari suku Quraisy (suku terbesar di Mekkah yang juga
suku dari Muhammad) yaitu Al-Amin yang artinya "orang yang dapat
dipercaya" dan As-Saadiq yang artinya "yang benar".
Setelah masa kenabian para sahabatnya memanggilnya dengan gelar Rasul Allāh (رسول الله), kemudian
menambahkan kalimat Shalallaahu
'Alayhi Wasallam (صلى الله عليه و سلم, yang
berarti "semoga Allah memberi kebahagiaan dan keselamatan kepadanya";
sering disingkat "S.A.W" atau "SAW") setelah namanya.
Ketika Muhammad berumur 35 tahun,
ia ikut bersama kaum Quraisy dalam perbaikan Ka'bah. Pada saat
pemimpin-pemimpin suku Quraisy berdebat tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad, Muhammad dapat menyelesaikan masalah
tersebut dan memberikan penyelesaian adil. Saat itu ia dikenal di kalangan
suku-suku Arab karena sifat-sifatnya yang terpuji. Kaumnya sangat mencintainya,
hingga akhirnya ia memperoleh gelar Al-Amin yang artinya "orang yang dapat
dipercaya".
Diriwayatkan pula bahwa Muhammad
adalah orang yang percaya sepenuhnya dengan keesaan Tuhan. Ia hidup dengan cara amat sederhana dan membenci
sifat-sifat tamak, angkuh dan sombong yang lazim di kalangan bangsa Arab saat
itu. Ia dikenal menyayangi orang-orang miskin, janda-janda tak mampu dan anak-anak yatim serta berbagi
penderitaan dengan berusaha menolong mereka. Ia juga menghindari semua
kejahatan yang sudah membudaya di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain,
sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq yang berarti "yang benar".
Sejak kecil Nabi Muhammad terbiasa hidup mandiri.
Muhammad juga mendapatkan julukan Abu al-Qasim yang berarti "bapak Qasim",
karena Muhammad pernah memiliki anak lelaki yang bernama Qasim, tetapi ia
meninggal dunia sebelum mencapai usia dewasa.
Sifat Wajib Dan Mustahil Nabi Dan Rasul
No
|
Sifat
Wajib Rasul
|
Sifat
Mustahil Rasul
|
1
|
Siddiq (benar/jujur)
|
Kizzib
(dusta)
|
2
|
Amanah
(terpercaya)
|
Khianat
(tidak amanah)
|
3
|
Tabligh
(menyampaikan)
|
Kitman
(menyembunyikan)
|
4
|
Fatanah (cerdas)
|
Jahlun/Baladah
(bodoh)
|
22.
Meneladani Nabi
Musa AS
1)
Selalu mengajak
kebaikan kepada orang lain dan mencegah kejahatan
2)
Menanamkan jiwa
pemberani dalam membela kebenaran
3)
Menjauhi sifat
dengki, sombong, dan takabur
4)
Menanamkan
kasih sayang dan tolong menolong kepada orang lain. contoh: Nabi Musa AS
menolong anak perempuan dari Nabi Syu’aib mengambilkan air untuk kambingnya
5)
Tabah, tegar
dan sabar dalam menerima cobaan dan tantangan dari pihak lawan seperti Raja
Fir’aun dan para tukang sihir Fir’aun. Nabi Musa as sejak kecil sudah berpisah denga ibu bapaknya,
setelah dewasa ia harus meninggalkan kota, akhirnya bertemu dengan nabi Syu`aib
as , perjalanan dilaluinya dengan tegar dan tidak putus asa.
6)
Nabi Musa as sangat jujur terhadap siapa saja.
bertahun-tahun
beliau berdakwah menyerukan ajaran-ajaran Allah swt selalu diremehkan, dihina.
Namun nabi Isa as tetap sabar karena itu beliau mendapat gelar rasul Ulul Azmi.
3)
4)
Ramah dan suka
menolong. Dalam menghadapi umat yang suka membangkang, Nabi Isa as
menghadapinya dengan penuh kasih sayang.
6)
6)
26.
Meneladani Nabi
Ismail AS
1)
Nabi Ismail as
sangat taat kepada Allah SWT tanpa
ragu-ragu sedikitpun
2)
Patuh, taat dan
berbakti kepada orang tua. Sebagai anak muslim kita harus menaati perintah
orang tua selama perintah itu tidak bertentangan dengan agama.
3)
Tabah dan sabar
ketika menerima ujian dan cobaan dari Allah SWT
4)
Tidak boleh
terpengaruh dengan ejekan dan rayuan dari orang lain
5)
Senang dan
cinta melaksanakan segala macam kebaikan.
31.
Sunah Salat
Hal-hal yang
apabila dilaksanakanlebih utama, tetapi jika ditinggalkan tidak sampai
menjadikan salat itu batal
1) Sunah Fi’liyah (gerakan)
a.
Mengangkat
tangan ketika takbiratul ihram
b.
Bersedekap
c.
Meluruskan
belakang kepala dengan pungung ketika rukuk
d.
Meletakan
tangan di atas paha ketika duduk tasyahud sambil membentangkan yang kiri dan
menggenggamkan yang kanan
e.
Menoleh ke
kanan dan ke kiri ketika bersalam
2) Sunah Qauliyah (bacaan)
a.
Membaca doa
iftitah
b.
Membaca ta’awuz
sebelum membaca surah Al-Fatihah
c.
Membaca “amin”
dan ayat Al-Qur’an setelah surah Al-Fatihah
d.
Mengeraskan
bacaan surah Al-Fatihah dan ayat Al-Qur’an pada dua rakaat pertama salat
magrib, isya, dan subuh
e.
Membaca takbir
setiap beralih dari satu gerakan ke gerakan yang lain
f.
Membaca bacaan
doa dalam setiap rukun salat
g.
Membaca
tasyahud awal
h.
Mengucapkan
salam yang kedua
32.
Syarat Salat
Hal-hal yang
harus ada dan terpenuhi sebelum melaksanakan salat
1) Syarat wajib salat
Syarat yang membuat seseorang wajib melakuakn salat
a.
Islam
b.
Balig
c.
Berakal
d.
Suci dari haid
dan najis
2) Syarat sah salat
Hal-hal yang menyebabkan salat menjadi sah
a.
Suci badan,
pakaian, dan tempat dari hadas dan najis
b.
Menghadap
kiblat
c.
Telah masuk
waktu salat
d.
Menutup aurat
Doa adalah memohon sepenuh hati kepada Allah swt dengan
mengharapkan kebaikan-Nya agar Ia mengabulkan sesuatu yang kita kehendaki.
1)
Doa untuk kedua
orang tua
“Rabbighfir lii waliwaa lidayya warhamhumaa kamaa
rabbayaanii shaghiiraa”
Artinya: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua
orang tuaku, dan sayangilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah
memelihara/menyayangiku/mendidikku sewaktu aku kecil.”
Robbanaghfir
lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab.
Artinya
: “Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu
bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari
kiamat).” (Ibrahim :14)
2)
Doa untuk kaum Muslimin
dan Muslimat
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ
وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ
مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.
Allahummagh fir lilmuslimiina wal muslimaati,
wal mu’miniina wal mu’minaatil ahyaa’i minhum wal amwaati. innaka samii’un qoriibun muhiibud da’waati.
“Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan
muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah
meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan
doa.”
3)
Doa kebaikan di dunia
dan akhirat
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى
الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa aatinaa fiddunya
hasanatan wafil aakhirati hasanatan waqinaa 'adzaabannaar.
“Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami
kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah
kami dari azab neraka.”
4)
Doa paling utama
“Alhamdulillah” Artinya: “segala puji hanyalah kepunyaan Allah.”
Dasar hadits dari Jabir
bin Abdullah ra., “Rasulullah saw bersabda:
Dzikir yang paling
utama adalah Laa ilaaha illallaah dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah.
(HR. Tirmidzi)
34.
Azan atau adzan (Arab: أذان) adalah
panggilan bagi umat Islam untuk memberitahu
masuknya salat fardu.
Dikumandangkan oleh seorang muadzin setiap salat 5 waktu. Lafadz adzan
terdiri dari 7 bagian kecuali adzan subuh ditambah Ashsalatu khairum minan
naum:
2) Asyhadu alla ilaha illallah (2 kali) "Aku bersaksi
bahwa tiada Tuhan selain Allah"
5) Hayya 'alal falah (2 kali) "Mari meraih
kemenangan"
6) Ashsalatu khairum minan naum (2 kali) "Shalat itu lebih
baik daripada tidur" (hanya diucapkan dalam azan Subuh)
8) Lailaha ilallah (1 kali) "Tiada Tuhan
selain Allah"
Bacaan
Kalimat Azan
أَللهُ
أَكْبَرُ (Allōhu akbar) 4x
أَشْهَدُ
أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أللهُ (Asyhadu allā ilāha
illallōh) 2x
أَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ (Asyhadu anna Muhammadan rōsulullōh) 2x
حَيَّ
عَلَى الصَّلاَةِ (Hayya ‘alash Sholāh) 2x
حَيَّ
عَلَى الْفَلاَحِ (Hayya ‘alal falāh) 2x
(Ashsalatu khairum minan naum) 2x اَلصَّـلاَةُ خَيْرٌ مِنَ
النَّوْمِ
أَللهُ
أَكْبَرُ (Allōhu akbar) 2x
لاَ
إِلَهَ إِلاَّ اللهُ (Lā ilāha illallōh) 2x
1) Niat berpuasa pada malam hari
Niat puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ
فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَان هذِهِ السَّنَة ِللهِ تَعَالَى
Artinya: Saya niat mengerjakan
kewajiban puasa bulan Ramadhan esok hari pada tahun ini karena Allah SWT
2) Meninggalkan segala hal yang membatalkan puasa dari
terbit fajar hingga terbenam matahari
1)
Untuk pendidikan/ latihan rohani
a.
Mendidik jiwa agar sabar, dapat menguasai diri/mengendalikan diri
b.
Mendidik nafsu agar tidak senantiasa dimanjakan dan dituruti
c.
Mendidik jiwa untuk dapat memegang amanat dengan sebaik-baiknya, jujur
d.
Mendidik kesabaran dan ketabahan
e.
Mendidik hidup disiplin
2)
Untuk perbaikan pergaulan dengan sikap kasih sayang, merasakan penderitaan
fakir miskin. Orang yang berpuasa akan merasakan segala kesusahan fakir miskin
yang banyak menderita kelaparan dan kekurangan. Dengan demikian akan timbul
rasa suka menolong kepada orang-orang yang menderita dan menumbuhkan rasa kasih
sayang terhadap fakir miskin
3) Menjaga kesehatan karena makanan minuman
yang berlebihan tidak sehat
Allah berfirman dalam surat [Al-A'Raaf]
ayat 31:
"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu
yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah
berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
berlebih-lebihan". Nabi S.A.W.juga bersabda: "Kita ini adalah
kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang."
4) Membiasakan zuhud/ hidup sederhana terhadap
dunia
5) Sebagai tanda terima kasih/ rasa syukur
atas segala nikmat Allah
6) Iman dan taqwa kita semakin meningkat
7)
Mendidik taat kepada peraturan.
39.
Tadarus Al-Qur’an
·
Tadarus berasal dari kata darasa ( bahasa
arab ) artinya membaca, belajar atau mengajar
·
Tadarus Al Qur`an secara bahasa dapat diartikan membaca
atau mempelajari Al Qur`an
·
Hukum tadarus di bulan Ramadan adalah sunnah bagi
laki-laki dan perempuan.
·
Keutamaan tadarus di bulan Ramadan adalah sangat utama
karena mendapat pahala banyak yang berlipat ganda. Hal tersebut karena
pada bulan Ramadan adalah Al Qur`an pertama kali diturunkan kepada Nabi
Muhammad saw. (surat Al Baqarah ayat 185)
·
Pelaksanaan tadarus sebaiknya secara bersama-sama
atau bergiliran ada yang membaca dan ada yang menyimak, sehingga apabila ada
terdapat kesalahan dalam membaca dapat segera dibetulkan. Kalau sudah mahir
tadarus dapat juga dilakukan sendirian.
Adab tadarus Al-Qur’an:
1) Berwudu sebelum membaca Al-Qur’an
2) Berbusana rapi dan sopan
3) Menghadap ke arah kiblat
4) Meletakan Al-Qur’an ditempat yang
lebih tinggi
5) Tidak berbicara dengan orang lain
ketika membaca atau mendengarkan bacaan Al-Qur’an
6) Membacanya dengan perlahan-lahan
7) Berdoa setelah membaca Al-Qur’an
Hikmah membaca Al-Qur’an:
1) Memperoleh petunjuk yang benar
2) Memperoleh syafaat pada hari
kiamat
3) Sebagai penyembuh atau obat dari
segala penyakit
4) Sebagai penerang dan penyejuk hati
5) Akan memperoleh pahala yang
berlipat ganda
6) Sebagai cahaya untuk kehidupan di
bumi dan bekal di akhirat kelak
Kerugian enggan/malas membaca
Al-Qur’an
1) Dijauhkan dari rahmat Allah
2) Dikumpulkan pada hari kiamat dalam
keadaan buta
3) Dijauhkan dari petunjuk yang benar
4) Sulit membedakan antara yang hak
dan yang batil
5) Dilemparkan ke dalam api neraka
Nisab emas: 20 misqal atau 85 gram emas ada juga
pendapat lain berat emas 94 gram
Nisab perak: 200 dirham atau 595 gram perak ada
juga pendapat lain 624 gram
41.
Penyebab Nabi
Adam AS diturunkan ke bumi
Iblis menggoda
Nabi Adam AS dan Hawa untuk memakan buah khuldi atau buah keabadian agar abadi
selamanya di surga. Nabi Adam AS dan Hawa terbujuk Iblis akhirnya mereka
memakan buah khuldi. Karena melanggar larangan Allah SWT, maka Adam dan Hawa keluwar
dari surga. Mereka diturunkan di bumi dan terpisah selama 300 tahun. Mereka
bertaubat atas kesalahan yang diperbuat dan akhirnya dipertemukan di Jabal
Rahmah.
1)
Abdullah anak Mutallib,.
Ayahnya meninggal dalam perjalanan dagang di Madinah, yang ketika itu
bernama Yastrib, ketika
Muhammad masih dalam kandungan.
2)
Aminah binti
Wahab bangsa Zuhri/Bani Zuhrah, kabilah Quraisy. Aminah mengajak Muhammad ke Yatsrib (sekarang Madinah) untuk
mengunjungi keluarganya serta mengunjungi makam ayahnya. Dalam perjalanan
pulang, ibunya jatuh sakit. Setelah beberapa hari, Aminah meninggal
dunia di Abwa' yang tidak jauh dari Yatsrib, dan dikuburkan
di sana.
Halimah bangsa Saadi/kabilah Bani Sa’d. Beliau tinggal
di rumah Halimah selama empat tahun. Setelah itu, sang ibu mengambilnya
kembali.
6) Usia 25 tahun Nabi menikah dengan
Khadijah binti Khuwailid, tergolong dalam keluarga Quraisy, Abdal Uzza.
Khadijah adalah seorang janda yang kaya, yang dianugerahi sifat-sifat mulia. Tatkala Nabi
SAW mengalami rintangan dan gangguan dari kaum lelaki Quraisy, maka di sampingnya
berdiri dua orang wanita yang berdiri di belakang da'wah Islamiah, mendukung dan bekerja keras mengabdi kepada Muhammad SAW yakni Khadijah
bin Khuwailid dan Fatimah.
7)
Hanya seorang
saja istri Rasulullah yang gadis ketika menikah dengan baginda yaitu Aisyah
binti Abu Bakar Al-Siddiq. Manakala yang lainnya adalah janda yang suami sudah
meninggal dunia.
2)
Nabi Ibrahim as merupakan pekerjaan keras dan tidak mudah
putus asa, yakni ketika mencarikan tempat tinggal untuk istrinya Hajar
dan putranya Ismail. Sebagai pelajar pun kita tidak boleh putus asa dan terus
bersemangat belajar.
Pada usia mudanya, Nabi Ibrahim as
senantiasa berdakwah, yaitu menyampaikan kebenaran kepada umat manusia, kita
sebagai anak muslim dapat mencontohnya dengan cara mengingatkan teman
kita yang tidak berbuat baik untuk berbuat kebaikan.
2)
Sabar adalah menahan diri dari segala sesuatu yang tidak
baik karena hanya mengharap rida dari Allah swt. Sabar ada 3 macam yaitu
:
·
1)
ADAM AS
Nabi Adam
diyakini sebagai manusia pertama yang menginjakkan kaki di bumi. Sebagai
pasangannya, Hawa diciptakan dari tulang rusuk kirinya. Mereka diturunkan ke
bumi karena telah berbuat kesalahan akibat godaan iblis. Adam dan Hawa
dikaruniai dua pasang putra-putri, yaitu Qabil dan Iklima, kemudian Habil dan
Labuda. Qabil bersifat kasar, sedangkan Habil bersifat lembut. Kedua sifat
inilah yang akhirnya menjadi cikal bakal sifat-sifat dasar manusia.
2)
IDRIS AS
Idris diyakini
sebagai nabi pertama yang menulis dengan pena. Masyarakat terdahulu mempercayai
pula bahwa ia dibawa ke surga tanpa mengalami kematian. Peristiwa itu terjadi
ketika beliau berusia 82 tahun.
3)
NUH AS
Nabi Nuh
menyebarkan ajaran untuk menyembah Allah SWT. Namun masyarakat menolak dan
menganggapnya gila. Nuh kemudian diberikan peringatan oleh Allah bahwa akan ada
banjir besar yang melanda daerahnya, oleh karena itu Nuh diperintahkan untuk
membuat sebuah kapal. Masyarakat sekitar tetap tidak mengindahkan peringatan
yang disampaikan oleh Nuh, sehingga mereka akhirnya hanyut dalam banjir
tersebut.
4)
HUD AS
Nabi Hud
tergolong dalam kaum Ad yang terhormat. Kehidupan mereka serba maju
berkecukupan. Namu sayangnya mereka selalu berfoya-foya dan tenggelam dalam
kehidupan fana. Nabi Hud mengingatkan mereka untuk bersyukur dan selalu memohon
kepada Allah, namun mereka menolak. Akhirnya murka Allah datang dengan
menurunkan azab berupa badai gurun selama 7 hari 7 malam. Kaum yang
mendengarkan himbauan nabi Hud selamat dengan berpindah ke kota Hadramaut.
5)
SHALIH AS
Mukjizat nabi
Shalih yang paling dikenal adalah unta betina yang keluar dari batu setelah ia
memukulkan telapak tangannya. Shalih meminta penduduk setempat untuk tidak
menganggu unta tersebut dan susunya boleh diperah untuk memenuhi kebutuhan
penduduk miskin. Namun kaum yang tidak menyukainya berusaha membunuh unta itu
dan pada akhirnya mereka dijatuhi azab petir dan gempa.
6)
IBRAHIM AS
Ibrahim dikenal
sebagai bapak para nabi. Ia dihormati oleh pemeluk 3 agama, yaitu Islam,
Kristen, dan Yahudi. Ibrahim-lah yang membangun Ka’bah di kota Mekkah.
Keyakinannya yang kuat terhadap Islam dimulai dari pencariannya akan Tuhan. Ia
sangat tidak menerima orang-orang di sekitarnya yang menyembah berhala, sampai
akhirnya ia dibakar hidup-hidup. Namun Allah SWT menurunkan mukjizatnya dengan
menyelamatkannya dari kobaran api. Beliau bermimpi dan bertekad untuk
menyembelih putranya. sebelum pedangmenyentuh leher putranya, Allah
menghentikan dan menggantikannya dengan seekor domba.
7)
LUTH AS
Perjuangan nabi
Luth adalah menyeru kaum Sodom untuk kembali ke jalan yang benar, yaitu
meninggalkan homoseksual, kemudian menyembah Allah. Pada akhirnya Allah
berfirman agar Luth segera meninggalkan pemukimannya dan kemudian Ia menurunkan
azab yang pedih kepada kaum tersebut.
8)
ISMAIL AS
Ismail dan
keluarganya merupakan orang-orang yang terdahulu melaksanakan haji. Suatu saat
Ismail haus dan ibunya bolak-balik dari bukit Safa-Marwah untuk mencari air,
hingga akhirnya keluar sebuah mata air yang saat ini dikenal sebagai air
zamzam. Dalam perjalanan menuju tempat penyembelihan, Ismail digoda oleh
syaitan agar membatalkan niatnya. Namun Ismail tidak goyah dan melempar syaitan
tersebut dengan batu, yang saat ini menjadi ritula ibadah haji, yaitu lempar
jumrah. Seperti yang kita tahu, saat akan disembelih jasad Nabi Ismail
digantikan oleh seekor kambing, yang akhirnya menjadi cikal bakal ibadah Idul
Adha.
9)
ISHAQ AS
Ishaq banyak
menemani bapaknya, Ibrahim dalam berdakwah menyebarkan Islam.
10) YA’KUB AS
Ya'kub adalah
kakek moyang para rasul sebelum masa Muhammad. Sikap dan cara berpikirnya tentu
berpengaruh pada para rasul keturunannya serta kaum Yahudi dan kemudian Nasrani
penegak panji keesaan Allah sebelum era Muhammad.
11) YUSUF AS
Yusuf dikisahkan
dalam riwayatnya sebagai seorang pria yang sangat tampan dan sangat piawai
dalam memimpin negaranya. Sejak kecil ia mendapat mimpi yang tidak biasa dan
ketika besar ia dapat mentakwilkan mimpi tersebut, sehingga ia sangat dihormati
oleh masyarakat sekitarnya.
12) AYUB AS
Keluarga Nabi
Ayub dikenal kaya raya dan sangat dermawan. Namun kesejahteraan ini tidak
membuatnya sombong. Ini yang mendorong iblis untuk menggodanya. Allah pun
menentang iblis sekiranya ia dapat meruntuhkan iman Ayub. Ujian itu pun tiba.
Seluruh hartanya terbakar. Setelah itu Nabi Ayub terserang penyakit kulit
hingga 80 tahun lamanya. Namun ia dan istrinya yang setia, Rahmah, tetap
bertawakkal kepada Allah. Sampai akhirnya Allah berfirman agar Ayub menapakkan
kakinya di tanah. Kemudian dari tanah tersebut keluar air yang dapat
menyembuhkan penyakitnya.
13) DZULKIFLI AS
Sejarah
menyebutkan bahwa Nabi Dzukifli adalah putra Nabi Ayub. Dikisahkan pula bahwa
ia mewarisi sifat sabar ayahnya. Suatu saat beliau ditunjuk menjadi raja
setelah dapat memenuhi persyaratan yang diminta, yaitu calon pengganti haruslah
seorang yang sanggup berpuasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan bukan
seorang yang pemarah.
14) SYUAIB AS
Nabi Syuaib
menyebarkan ajaran Islam di daerah Madyan. Namun masyarakat Madyan menolak
ajaran tersebut hingga akhirnya Allah menurunkan azab berupa petir dan kilat
yang menghanguskan mereka.
15) MUSA AS
Kisah pertarungan
nabi Musa dengan Fir’aun merupakan salah satu kisah yang tersohor. Dikisahkan
bahwa Fir’aun merasa terancam dengan keberadaan Musa yang menyebarkan ajaran
untuk mengesakan Allah. Mereka bertarung dan Musa memenangkannya dengan bantuan
tongkatnya. Kemudian ia dan kaumnya dikejar oleh pengikut Fir’aun, namun mereka
berhasil lolos dengan bantuan tongkat Musa yang dapat membelah lautan. Nabi
Musa mendapat mukjizat kitab Taurat, yang dikenal dengan “Perjanjian Lama” yang
berisi ajaran pokok 10 Perintah Allah.
16) HARUN AS
Harun disebut
sebagai partner nabi Musa. Ia adalah sosok yang cakap berdakwah, pandai
berdiplomasi, dan penuh perhatian. Harun selalu mendampingi Musa dalam
berdakwah, hingga suatu saat Musa memutuskan untuk beruzlah dan menitipkan
pembinaan umatnya kepada Harun. Harun juga sempat berjuang untuk memberantas
penyembahan berhala yang dipimpin oleh Samiri, salah seorang tukang sihir
kerajaan Fir’aun.
17) DAUD AS
Figur nabi Daud
memuncak saat ia berhasil membunuh Jalut, pemimpin kamu pemberontak di
Palestina. Daud kemudian menjadi raja dan berlaku sangat adil. Di masanya,
kerajaan tumbuh kuat dan masyarakat menjadi makmur. Suatu saat nabi Daud
melarang para nelayan untuk melaut di hari Sabtu. Namun peringatan tersebut
dilanggar sehingga terjadi bencana gempa yang menewaskan seluruh penduduk.
18) SULAIMAN AS
Salah satu
keahlian Sulaiman yang paling menonjol adalah kemampuannya berkomunikasi dengan
binatang. Ia juga merupakan raja yang sangat bijaksana. Kekuasaannya bahkan
mencakup bangsa jin.
19) ILYAS AS
Nabi Ilyas
tinggal di lembah sungai Yordan dimana penduduknya menyembah berhala. Ilyas
menyeru kepada mereka untuk meninggalkan berhala, namun mereka tidak
mengindahkannya, bahkan menantang agar Tuhan yang disembah Ilyas menurunkan
bencana. Akhirnya kekeringan melanda daerah tersebut. Setelah beberapa tahun,
Nabi Ilyas dapat meyakinkan kaum tersebut untuk menyembah Allah.
20) ILYASA AS
Ilyasa merupakan
kerabat dekat nabi Ilyas. Setelah Ilyas meninggal, beliau melanjutkan
perjuangan Ilyas untuk menghalau penyembahan berhala yang kembali merebak di
lembah sungai Yordan. Namun kaum tersebut tidak mau mendengarkan sehingga
bencana kekeringan kembali melanda mereka.
21) YUNUS AS
Nabi Yunus
berusaha menyebarkan ajaran Allah, namun ia tidak mendapat sambutan baik dari
masyarakat. Dalam perjalanannya menjauhi daerah tersebut karena khawatir akan
dibunuh, kapal yang ia tumpangi diguncang topan dan diputuskan bahwa Yunus akan
dikorbankan untuk ditenggelamkan ke laut demi keselamatan penumpang lainnya.
Namun mukjizat Allah tiba. Nabi Yunus dimakan oleh seekor ikan (kemungkinan
paus) dan ditemukan masih hidup di perut ikan tersebut. Ia pun melanjutkan
dakwahnya kembali.
22) ZAKARIA AS
Nabi Zakaria dan
istrinya, Isya, membaktikan diri untuk menjaga Baitul Maqdis rumah ibadah
peninggalan Sulaiman di Yerusalem. Zakaria dikaruniai keturunan oleh Allah SWT
di saat usianya sudah cukup uzur, yaitu sekitar 100 tahun. Anak tersebut adalah
nabi Yahya.
23) YAHYA AS
Nabi Yahya
mengajarkan bahwa kebenaran harus ditegakkan dengan resiko apapun. Pada
riwayatnya dicontohkan saat ia bersikeras melarang pernikahan antara seorang
paman dengan kemenakannya sendiri.
24) ISA AS
Isa adalah putra
dari Maryam yang dilahirkan tanpa memiliki suami. Hal ini menimbulkan
kontroversi dan hujatan bertubi-tubi kepada Maryam. Secara ajaib, Isa yang saat
itu masih bayi tiba-tiba berbicara menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,
bahwa penciptaan dirinya diawali dari kedatangan malaikat Jibril kepada ibunya.
Isa juga memperlihatkan banyak mukjizat lainnya ketika ia dewasa, diantaranya
membentuk seekor burung hidup dari tanah liat, menghidupkan orang mati,
menyembuhkan kebutaan, dan mendatangkan makanan yang semula tidak ada.
Penyelamatan Nabi Isa dari penyaliban juga merupakan salah satu bentuk mukjizat
yang diberikan oleh Allah SWT.
25) MUHAMMAD SAW
Nabi Muhammad SAW
adalah rasul terakhir, sekaligus sebagai penutup rasul-rasul sebelumnya, yang
menyempurnakan ajaran-ajaran Islam. Mukjizat yang diturunkan Allah kepadanya
sangatlah banyak, salah satunya yang paling besar adalah Al-Quran, yang menjadi
pedoman utama kehidupan manusia. Selain itu ada pula peristiwa Isra Mi’raj yang
membawanya bertemu dengan Allah SWT.
46.
Kemajuan selama Pemerintahan Abu Bakar
1) Tegaknya ajaran Islam
2) Memperluas wilayah Islam hingga
Persia, Syiria, Mesir, Irak, dan Palestina
3) Menumpas pemberontakan golongan
Riddah (orang-orang yang murtad setelah Nabu Muhammad saw wafat)
4) Menumpas orang- orang yang enggan
membayar zakat
5) Menumpas nabi palsu seperti
Musailamah Al Kazzab, Sajjah tamimiyah
6) Mengadakan pembukuan Al-Qur’an
bersama Zaid bin Tsabit dalam bentuk mushaf. hal ini dilakuakan karena:
a. Banyak sahabat yang hafal
Al-Qur’an gugur dalam peperangan
b. Ayat-ayat yang ditulis pada
dedaunan atau bebatuan semakin lama semakin rusak
c. Agar dapat djadikan pedoman untuk
hidup manusia di masa yang akan datang.
48.
Musailamah al-Kazzab
Musailamah bin
Habib (مسلمة
بن حبيب) atau dikenal juga dengan nama Musailamah al-Kazzab (Musailamah si Pembohong) adalah
seorang yang mengaku sebagai nabi.
Musailamah al-Kazzab lahir dengan nama Musailamah bin Habib dari Bani
Hanifah, salah satu suku
terbesar di jazirah Arab dengan wilayah domisili di Yamamah, ia telah membangun Yamamah sebelum hijrahnya
Nabi Muhammad ke Madinah.
Musailamah mempelajari sihir, dan
menyatakan sebagai mukjizat.
Musailamah melalui kemampuan sihirnya membuat orang-orang percaya bahwa ia juga
seorang nabi. Musailamah juga menyatakan bahwa ia juga memperoleh wahyu dari Allah dan berbagi wahyu dengan Nabi Muhammad. Bahkan, ia menyebut dirinya sebagai
Rahman, dan menyatakan dirinya
memiliki sifat ketuhanan.
Musailamah Al Kadzab adalah seorang yang berperilaku bohong. Ia mengaku
sebagai Nabi, padahal setelah Nabi Muhammad SAW tidak ada lagi nabi. Nabi
Muhammad SAW adalah Nabi yang terakhir. Nabi Akhiruz zaman.
Berbohong selain termasuk sifat tercela yang pelakunya akan ditempatkan di
neraka Jahannam, juga merupakan salah satu sifat dari munafik. Dalam hadits
Bukhari Muslim disebutkan:
Artinya: “ Tanda-tanda orang Munafik ada tiga: apabila berbicara selalu
bohong / dusta, apabila berjanji tidak ditepati/ menyelisihi, dan apabila
dipercaya berhianat (H.R. Bukhari Muslim).
Perilaku seperti yang dilakukan Musailamah Al Kadzab si Nabi Palsu itu
harus kita hindari. Perilaku yang harus kita pupuk adalah perilaku untuk
memperbaiki iman kita, karena dengan iman yang baik akan membuahkan akhlak yang
terpuji dan dari akhlak yang terpuji akan mewujudkan perbuatan yang terpuji,
tegas, lugas dan tidak akan berbohong. Kerugian pembohong:
·
Dijauhi orang lain
karena tidak bisa dipercaya lagi
·
Mendapat azab atau
siksa dari Allah di dalam neraka sebab termasuk orang yang munafik
Musailamah berusaha menghapuskan kewajiban
untuk melaksanakan salat serta memberikan kebebasan untuk melakukan seks bebas/
perzinaan dan konsumsi alkohol/ minuman keras. Ia juga kemudian menyatakan sebagai
utusan Allah bersama dengan Nabi Muhammad, mengirimkan surat kepada Nabi
Muhammad yang isinya mengaku bahwa dirinya nabi dan menyusun ayat-ayat, yang
dinyatakan sebagai tandingan ayat Alquran. Sebagian besar ayat-ayat buatan
Musailamah memuji keunggulan sukunya, Bani Hanifah, atas Bani Quraisy.
Setelah wafatnya Nabi Muhammad, Musailamah
kemudian menyatakan perang kepada Khalifah Abu Bakar,namun
pasukannya dikalahkan oleh Khalid bin Walid. Pada Pertempuran Yamamah, ia dibunuh oleh Wahsyi (Wahsyi bin Harb (وحشي بن حرب, Julukan: Abi Dasamah) seorang bekas budak kulit hitam dari Ethiopia milik Hindun binti Utbah).
·
Muhajirin
adalah pengikut Nabi Muhammad saw yang ikut hijrah atau pindah dari Mekah ke
Madinah yang telah memeluk Islam.
·
Ketika
Rasulullah saw tiba di Madinah, beliau mempersaudarakan antara kaum Muhajirin
dengan kaum Anshar. Rasulullah mempersaudarakan mereka dengan al-haq,
agar saling menolong, saling mewarisi setelah (saudaranya) wafat.
·
Di Madinah,
kaum Muhajirin tidak memisahkan diri dari kaum Anshar, mereka bersatu untuk
membantu perjuangan Rasulullah saw. Ketika Rasulullah saw membangun masjid,
beliau mengajak kaum Muhjirin dan Anshar bekerja sama, bahu membahu dalam
menyelesaikan pembangunan masjid Nabawi.
·
Kaum Anshar adalah orang-orang Yasrib (Madinah) yang
telah memeluk agama Islam dan memberi pertolongan kepada Nabi
Muhammad saw, para sahabatnya, dan Muhajirin.
·
Anshar dalam kamus artinya pembantu atau penolong, yaitu
membantu perjuangan Nabi saw dari kalangan penduduk Madinah setelah beliau
hijrah dari Mekah ke Madinah.
·
Segala keperluan kaum muslimin Mekah dipenuhi kaum Anshar
dengan menyediakan tempat tinggal, makanan, pakaian, keselamatan dan rela
berkorban untuk kepentingan kaum Muhajirin. Semua itu dilakukan oleh kaum
Anshar dengan rasa ikhlas, hanya mengharap keridhaan Allah SWT.
·
Kaum Anshar sangat antusias menerima saudara-saudara
seiman mereka, kaum Muhajirin. Mereka membagi tempat tinggal dan makanan dengan
senang hati. Bahkan, mengutamakan segala sesuatu bagi kaum Muhajirin melebihi
diri mereka sendiri. Karena itu tak heran Allah swt. mengabadikan fenomena itu
dalam Al-Qur’an.
“Dan orang-orang yang telah menempati Kota
Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin),
mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh
keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka
(orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri
mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan
siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang
beruntung.” (Al-Hasyr: 9)
An-Nu’man ibn
Ajlan Al-Anshari berkata, “Kami pun menyambut kaum Muhajirin seraya berkata: “Selamat
datang dan hidup bersama kami. Sungguh, kalian akan aman dari kefakiran karena
kami akan membagi harta dan rumah kami untuk kalian.”
·
Kaum
Anshar menjamin tempat tinggal bagi kaum Muhajirin. Kaum Anshar secara ikhlas menyerahkan
rumah-rumah mereka untuk kaum Muhajirin. Ada juga yang menampung kaum Muhajirin
untuk tinggal di rumah-rumah mereka. Mereka berebut tidak mau kehilangan
pahala. Bahkan, mereka mengadakan undian agar kesempatan memberi bantuan
terdistribusi dengan adil.
·
Kaum
Anshar juga membagi hasil panen mereka kepada kaum Muhajirin. Mereka
mengusulkan kepada Rasulullah saw untuk membagikan separuh hasil panen
kebun-kebun korma mereka, namun Rasulullah saw meminta agar mereka memberi kaum
Muhajirin untuk turut serta merasakan hasil panen mereka seperlunya saja.
·
Kedermawanan
dan kemurahan hati kaum Anshar tampak pula dalam kesukaan mereka memberi
hadiah.
·
Apabila ada
orang Anshar yang meninggal dunia barang tinggalannya sebagian
diberikan kepada kaum Muhajirin.
Situ
Ilir, Pebruari 2014
Guru
Pendidikan Agama Islam
Selamat
Belajar….
Semoga Allah
SWT Meridhoi Kita Semua Aamiin ….!!!
No comments:
Post a Comment